Jenis-Jenis Kereta di Indonesia

Transportasi kereta atau biasa disebut kereta api merupakan jenis transportasi yang sudah tidak asing lagi di dunia termasuk di Indonesia. Kemampuannya “mengangkut” muatan yang banyak baik manusia maupun barang membuat transportasi ini menjadi transportasi dengan penggunaan bahan bakar per jumlah/berat muatan paling sedikit dibanding transportasi jenis lainnya. Namun, kali ini saya tidak akan membahas ke arah itu dulu. Saya akan mencoba mengklasifikasikan jenis-jenis kereta apa saja yang ada di Indonesia dari jaman penjajahan Belanda dulu sampai sekarang. Ya, mungkin tidak terlalu detail dan lengkap, tapi setidaknya bisa memberikan gambaran bagi yang belum tahu :D

Klasifikasi pertama berdasarkan muatan yang dibawa, yaitu manusia atau barang. Untuk manusia terbagi lagi menjadi beberapa jenis yang akan dibahas setelah ini. untuk barang sendiri terdiri dari beberapa macam. Setidaknya dibagi menjadi kereta batu bara, kereta tangki (baiasanya berisi bahan bakar), dan kereta kontainer (peti kemas). Semua jenis kereta ini tidak berpenggerak atau dengan kata lain ditarik oleh lokomotif untuk bergerak.

kereta peti kemas

Untuk kereta penumpang saya bagi ke dalam 3 jenis utama, yaitu kereta lokomotif, kereta rel diesel (krd), dan kereta rel listrik (krl).

- Kereta Lokomotif
Kereta lokomotif ini merupakan rangkaian gerbong tak berpenggerak yang ditarik oleh sebuah lokomotif. Kereta ini biasa dipakai untuk perjalanan jarak jauh. Berdsarkan pelayanan dan fasilitasnya kereta ini dibagi menjadi kelas, ekonomi, bisnis, dan eksekutif. Untuk spesifikasi teknis bogie gerbong di setiap kelas pun berbeda-beda. Bahkan dahulu terdapat gerbong yang menyediakan dasilitas tempat tidur. Mungkin, yang sering melaksanakan ritual mudik untuk daerah Pulau Jawa sering menggunakan jenis kereta lokomotif ini. Untuk lokomotifnya sendiri dibagi lagi menjadi berbagai macam jenis tergantung macam transmisi dan rangkaian bogie serta rodanya. Untuk sekarang ini sumber energinya adalah dari bahan bakar diesel, sedangkan sebelum tahun 60’an sumber energinya adalah batu bara, yang biasa disebut lokotif uap. Sepertinya ditulisan selanjutnya untuk jenis ini akan dijelaskan lebih tersendiri secara lebih detail.

- Kereta Rel Diesel (KRD)
Kereta ini termasuk kereta komuter, yaitu kereta yang melayani rute pendek untuk daerah perkotaan. Ciri utamanya adalah tidak adanya lokomotif, karena di hampir setiap gerbong terdapat penggerak (ada juga gerbong yang tidak berpenggerak). Jadi, di salah satu gerbong terdapat mesin diesel sebagai sumber energi yang kemudian dayanya ditransmisikan dengan 2 cara, yaitu hidrolik (KRDI) dan elektrik dengan menggunakan inventer dan motor traksi (KRDE). Penggunaan KRD ini sudah beroperasi di beberapa daerah seperti Bandung Raya, Kutoarjo-Prambanan, Solo-Wonogiri dan Madiun-Jogja.

- Kereta Rel Listrik
Konsepnya sama seperti KRD, yang membedakan hanyalah sumber energinya dan seluruh transmisinya adalah elektrik. Jika KRD sumber energinya dari mesin diesel, KRL mendapatkan sumber energinya dari pembangkit listrik PLN yang terhubung di alat di atas KRL yang disebut dengan pantograf. Listrik akan mengalir melalui pantograf dan akan menggerakkan motor traksi. Sebenarnya ada banyak teknologi lain selain dengan pantograf yang bisa digunakan, namun akan dibahas lain kali. Untuk daerah pengoperasiannya amsih di daerah jabodetabek saja.

Selanjutnya akan dibahas kereta cepat dan monorel. Wah, di Indonesia ada? Haha, belum-belum, masih wacana, tapi doakan aja secepatnya ada. Ngomong-ngomong kereta cepat itu yang seperti apa? Sebenarnya yang disebut kereta cepat adalah kereta yang dapat melaju minimal 200 km/jam. mungkin untuk di Indonesia, kecepatan 150 km/jam saja sudah bisa dibilang kereta cepat, karena kereta konvensional kita sekarang “hanya” berkecepatan maksimal 120 km/jam. Kendalanya apa? Bukan masalah mesinnya, karena dengan kita memakai mesin dengan daya yang lebih besar saja sudah bisa berlari sekencang itu. Namun, ada faktor lainnya yang menghambat yaitu, jalur yang berkelok-kelok, lebar trek yang sempit, dan desain kereta yang beroperasi di Indonesia. Kereta cepat harus berlari di jalur relatif lurus, jadi tidak bisa beroperasi di daerah jawa bagian selatan yang bergunung-gunung. Untuk lebar trek, memang di Indonesia menggunakan trek sempit yaitu 1067 mm, sedangkan standarnya adalah 1435 mm, namun ini bisa diatasi dengan desain bentuk dan bogie keretanya. Apalagi jika ingin memakai kereta cepat dengan teknologi maglev (magnet levitation), maka harus dibuat infrastruktur rel yang lebih khusus lagi. Apa itu magnet levitation? Nanti ya, dijelaskan ditulisan lainnya, hehe.

Lalu, untuk monorel, sebenarnya sesuai namanya, yaitu, kereta dengan rel tunggal. Cara kerjanya? ternyata di Indonesia sudah ada, terdapat di Taman Mini Indonesia Indah, jadi datang saja kesana kalau mau tahu lebih jelas tentang cara kerjanya, tapi pada prinsipnya perbedaanya ada di jumlah rel dan cara berjalannya.

Klasifikasi yang terakhir adalah tempat kereta tersebut berjalan. Di Indonesia, sebagian besar merupakan kereta permukaan, karena berjalan di atas tanah, hanya ada sebagian kecil jalur melayang, yaitu jalur Cikini-Gambir-Jakarta Kota dan jalur monorel TMII. Sedangkan untuk subway, atau kereta dalam tanah belum ada sema sekali di Indonesia. Justru dengan semakin tingginya kemacetan di kota-kota besar, transportasi kereta layang atau bawah tanah merupakan solusi yang sangat menjanjikan, karena telah terbukti di negara-negara besar.

About these ads

About faris

just ordinary man View all posts by faris

One response to “Jenis-Jenis Kereta di Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: